WOW KEREN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 18 Februari 2026

Ramadan Datang, Irjen Pol Agus Suryonugroho Ajak Perbanyak Sabar dan Empati

JAKARTA | Datangnya Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda. Ada rasa haru, ada harapan, ada juga keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Di tengah suasana itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama Ny. Deny Agus Suryo menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ucapan itu disampaikan dengan sederhana, tanpa berlebihan. Sebuah salam hangat: Marhaban Ya Ramadan. Sebuah doa agar bulan suci ini membawa ketenangan, kesehatan, dan keberkahan bagi semua.

Menurut Irjen Agus, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, Ramadan adalah waktu untuk menata hati. Waktu untuk belajar sabar, menahan emosi, dan lebih peka terhadap orang lain. Nilai-nilai itu, katanya, sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk saat berada di jalan raya.

Ia memahami bahwa selama Ramadan, aktivitas masyarakat justru sering meningkat. Menjelang berbuka puasa, jalanan menjadi lebih padat. Banyak orang ingin segera sampai rumah untuk berkumpul bersama keluarga. Dalam situasi seperti itu, kesabaran benar-benar diuji.

“Kalau kita bisa menahan diri selama berpuasa, tentu kita juga bisa menahan emosi di jalan,” ungkapnya dengan nada ringan.

Pesan itu bukanlah imbauan formal yang kaku, melainkan ajakan yang lahir dari pengalaman sehari-hari. Ia berharap masyarakat bisa lebih tenang saat berkendara, tidak tergesa-gesa, dan tetap mengutamakan keselamatan. Karena pada akhirnya, semua orang ingin sampai tujuan dengan selamat.

Ny. Deny Agus Suryo juga menyampaikan harapannya agar Ramadan tahun ini menjadi momen mempererat kebersamaan, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk memperbanyak kebaikan kecil yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bermakna besar.

Ramadan adalah bulan empati. Saat kita merasakan lapar, kita belajar memahami mereka yang kekurangan. Saat kita menahan amarah, kita belajar menghargai perasaan orang lain. Nilai-nilai itu, jika dibawa ke ruang publik, termasuk di jalan raya, akan menciptakan suasana yang lebih damai.

Irjen Agus tidak berbicara panjang tentang program atau target. Ia hanya berharap agar Ramadan menjadi pengingat bahwa keselamatan, kesabaran, dan kepedulian adalah tanggung jawab bersama. Bukan semata tugas aparat, melainkan bagian dari kesadaran setiap individu.

Di penghujung pesannya, ia kembali menyampaikan doa sederhana: semoga Ramadan 1447 H membawa keberkahan untuk seluruh rakyat Indonesia. Semoga setiap perjalanan, sejauh apa pun, selalu dalam lindungan Tuhan. Dan semoga bulan suci ini benar-benar menjadi ruang untuk memperbaiki diri, pelan-pelan, dengan hati yang lebih jernih.

TIM RMO

 

Ramadan 1447 H, Irjen Pol Agus Suryonugroho Ajak Masyarakat Jalani Puasa dengan Tenang dan Sabar

Marhaban Ya Ramadan, Irjen Pol Agus Suryonugroho Titip Pesan Kebaikan di Jalan Raya

Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Ny. Deny Agus Suryo Sambut Ramadan dengan Nuansa Kebersamaan

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho: Ramadan adalah Waktu Menata Hati

Ramadan 1447 H, Irjen Pol Agus Suryonugroho Bicara Soal Kesabaran dan Kepedulian

Sambut Bulan Suci, Irjen Pol Agus Suryonugroho Ingatkan Pentingnya Saling Menjaga

Irjen Pol Agus Suryonugroho: Puasa Mengajarkan Kita untuk Lebih Menghargai Sesama

Ny. Deny Agus Suryo Dampingi Irjen Pol Agus Suryonugroho, Sampaikan Ucapan Ramadan Penuh Ketulusan

Ramadan 1447 H, Irjen Pol Agus Suryonugroho Ajak Masyarakat Lebih Tenang di Jalan

Irjen Pol Agus Suryonugroho: Bulan Suci adalah Momentum Memperbaiki Diri

Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Salam Ramadan yang Hangat

KOMBES POL H.M. REZA CHAIRUL AKBAR SIDIQ TITIP PESAN SABAR DAN EMPATI DI JALAN RAYA

SUMBAR | Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana religius dan penuh harap menyelimuti Sumatera Barat. Di tengah semangat memperbaiki diri dan memperkuat keimanan, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat.

Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga ruang refleksi dalam kehidupan sosial, termasuk dalam budaya berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan di jalan raya merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan wujud kepedulian terhadap keselamatan sesama.

“Ramadhan mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan empati. Nilai-nilai itu harus tercermin saat kita berkendara. Jangan karena tergesa menuju berbuka puasa, kita mengabaikan keselamatan,” tegasnya.

Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyoroti bahwa setiap bulan Ramadhan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang waktu berbuka dan selepas salat tarawih. Aktivitas di pusat kuliner, pasar pabukoan, dan kawasan masjid sering memicu kepadatan arus lalu lintas.

Kondisi tersebut, jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan disiplin, berpotensi menimbulkan pelanggaran hingga kecelakaan lalu lintas. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan, menggunakan helm standar SNI, mengenakan sabuk pengaman, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk keluarga yang menunggu di rumah,” ujarnya.

Selama bulan suci, jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, meningkatkan patroli di titik rawan kemacetan, serta memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan guna menciptakan suasana Ramadhan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga keselamatan di jalan raya sejatinya adalah bentuk ibadah sosial. Melindungi diri dan orang lain dari risiko kecelakaan merupakan bagian dari menjaga kehidupan, yang memiliki nilai luhur dalam ajaran agama.

Di akhir pesannya, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq bersama keluarga mendoakan agar seluruh masyarakat Sumatera Barat diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa hingga meraih kemenangan di Hari Raya.

Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi titik balik lahirnya budaya tertib berlalu lintas yang semakin kuat di Ranah Minang, demi terwujudnya jalan raya yang aman, tertib, dan berkeadaban.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Ramadan 1447 H, AKBP Agung Tribawanto Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Kepedulian

PASAMAN BARAT | Datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah membawa nuansa haru dan harapan bagi masyarakat Pasaman Barat. Di tengah semangat menyambut bulan penuh ampunan itu, Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung dan jajaran, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ucapan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan. Dalam pesan resminya, AKBP Agung Tribawanto menyampaikan doa dan harapan tulus agar Ramadan tahun ini menjadi momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. “Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah serta senantiasa mendapat keberkahan dan perlindungan Allah SWT,” ungkapnya.

Didampingi Ny. Panca Agung yang tampil penuh kehangatan, Kapolres menekankan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk introspeksi. Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai ruang untuk menata hati, menjaga tutur kata, serta mempererat hubungan antarsesama. Menurutnya, kekuatan sosial masyarakat terletak pada persaudaraan dan kepedulian.

Suasana Ramadan di Pasaman Barat selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari berburu takjil menjelang berbuka, pelaksanaan salat tarawih berjamaah, hingga berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dalam kondisi tersebut, Polres Pasaman Barat memastikan kesiapan penuh seluruh personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa stabilitas kamtibmas menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Pengamanan tempat ibadah, patroli rutin di pusat keramaian, serta koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat terus ditingkatkan sebagai langkah preventif.

Lebih jauh, Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan. Ramadan, menurutnya, harus menjadi perekat persatuan, bukan justru membuka ruang perpecahan. Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari provokasi, tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat siap berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama Ramadan. Program berbagi kepada masyarakat, kunjungan silaturahmi, serta kegiatan sosial lainnya menjadi wujud kepedulian dan empati terhadap sesama.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, kepolisian bukan hanya institusi penegak hukum, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Ramadan menjadi momentum memperkuat nilai moral, integritas, dan kebersamaan antara Polri dan warga. Kedekatan emosional inilah yang diyakini mampu menciptakan rasa aman yang sesungguhnya.

Respons masyarakat pun mengalir positif. Ucapan dan komitmen yang disampaikan jajaran Polres Pasaman Barat dinilai sebagai bentuk perhatian nyata dan kedekatan humanis aparat kepolisian terhadap warganya. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga dalam momen spiritual dan sosial.

Menutup pesannya, AKBP Agung Tribawanto kembali mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat menjadikan Ramadan 1447 H sebagai bulan penuh keberkahan. Ia berharap kebersamaan yang terbangun mampu melahirkan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis, sehingga setiap langkah ibadah berjalan dalam suasana yang tenteram dan penuh makna.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Wyndoee

Senin, 09 Februari 2026

Peringati HPN 2026, AKBP Agung Tribawanto Dorong Sinergi Pers dan Polri yang Bermartabat

PASAMAN BARAT | Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026 menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa, termasuk institusi Kepolisian. Di Kabupaten Pasaman Barat, peringatan HPN dimaknai sebagai ruang penghormatan terhadap peran strategis pers dalam menjaga keseimbangan demokrasi, menyuarakan kepentingan publik, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional 2026 dengan mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan semangat kebangsaan dan tantangan zaman yang menuntut pers tetap independen, profesional, dan beretika.

Dalam pandangan AKBP Agung Tribawanto, pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan bagian dari sistem sosial yang berperan penting dalam membentuk cara pandang publik. Melalui kerja jurnalistik yang jujur dan berimbang, pers turut menjaga iklim kondusif, mendorong partisipasi warga, serta mengawal jalannya pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia menegaskan bahwa hubungan Polri dan pers harus dibangun di atas dasar saling menghormati peran masing-masing. Polri membutuhkan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sementara pers membutuhkan keterbukaan dan akuntabilitas institusi negara sebagai bahan kontrol sosial yang sehat.

Peringatan HPN 2026 juga dipandang sebagai pengingat akan pentingnya menjaga integritas di tengah derasnya arus informasi digital. AKBP Agung Tribawanto menilai, di era media sosial dan kecepatan informasi, tantangan terbesar pers adalah mempertahankan kepercayaan publik dengan tetap mengedepankan verifikasi, etika, dan tanggung jawab moral.

Menurutnya, pers yang sehat akan melahirkan ruang publik yang rasional. Ruang publik yang rasional akan mendorong stabilitas sosial, dan stabilitas sosial menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berdaulat dan berkeadilan. Dalam konteks itulah, peran pers menjadi sangat strategis bagi masa depan bangsa.

AKBP Agung Tribawanto juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini konsisten menyuarakan fakta, menyampaikan kritik secara konstruktif, serta ikut mengedukasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kritik yang dibangun di atas data dan niat baik merupakan bagian dari proses pendewasaan institusi.

Lebih jauh, ia menegaskan komitmen Polres Pasaman Barat untuk terus membuka ruang komunikasi dengan media. Transparansi, keterbukaan informasi publik, serta pelayanan yang humanis menjadi prinsip yang terus diperkuat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Peringatan Hari Pers Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi penguat komitmen bersama antara pers dan aparat negara untuk menjaga demokrasi, memperkuat keadilan sosial, serta menumbuhkan optimisme publik di tengah berbagai tantangan bangsa.

Dengan semangat HPN 2026, Polres Pasaman Barat mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi penjaga akal sehat, penyambung suara rakyat, dan pilar penting dalam merawat persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Kamis, 05 Februari 2026

Tiga Penghargaan Nasional Awali 2026, KAI Divre II Sumbar Tegaskan Komitmen Layanan Prima

PADANG | Mengawali tahun 2026 dengan catatan membanggakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu divisi dengan kinerja unggul di lingkungan KAI Group. Tiga penghargaan nasional berhasil diraih sekaligus, menjadi bukti nyata atas konsistensi kerja, budaya perusahaan yang kuat, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan dan keamanan operasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, kepada Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, dalam rangkaian Rapat Kerja PT KAI Tahun 2026 yang digelar di Bandung pada 2–4 Februari 2026. Momentum ini menjadi penanda bahwa kinerja KAI Divre II Sumbar tidak hanya berjalan stabil, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Pada ajang Culture Award 2026, KAI Divre II Sumatera Barat dinobatkan sebagai Divisi Regional Terbaik Kategori Daop/Divre. Penghargaan ini diberikan kepada unit kerja yang dinilai paling unggul dalam mengimplementasikan budaya perusahaan secara konsisten dan terukur sepanjang tahun 2025.

Penilaian tersebut mencakup berbagai indikator strategis, mulai dari implementasi program budaya perusahaan, tingkat kepatuhan internal, capaian Safety Performance Index, hasil Culture Fest 2025, hingga survei CITAR dan Culture Journey. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya kerja tidak sekadar menjadi slogan, tetapi telah mengakar dalam keseharian insan KAI Divre II Sumbar.

Tidak hanya unggul dalam aspek budaya, KAI Divre II Sumbar juga mencatatkan prestasi pada bidang operasional. Divisi ini berhasil meraih Juara III Penghargaan Keselamatan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre, sekaligus Juara III Penghargaan Keamanan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre. Dua penghargaan ini menjadi refleksi keseriusan KAI Divre II Sumbar dalam menjaga perjalanan kereta api tetap aman, selamat, dan andal.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, mulai dari lini operasional hingga pendukung, yang terus menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja bersama seluruh insan KAI Divre II Sumatera Barat. Budaya perusahaan, keselamatan, dan keamanan operasional bukan hanya target, tetapi menjadi komitmen yang kami pegang setiap hari,” ujar Tri.

Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat jajaran cepat berpuas diri. Justru sebaliknya, capaian ini harus menjadi pemacu untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Prestasi ini bukan tujuan akhir. Kami akan terus memperkuat implementasi Karakter Insan KAI (CITAR), membangun budaya keselamatan yang semakin kokoh, serta meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan dan masyarakat Sumatera Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menilai penghargaan ini sebagai wujud nyata kepercayaan publik yang dibangun melalui kinerja berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen KAI Divre II Sumatera Barat dalam menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, selamat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Budaya perusahaan yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan tersebut,” jelas Reza.

Ia menambahkan, capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran kehumasan dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan edukatif kepada publik.

“Kami akan terus mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Kepercayaan publik adalah aset penting yang harus dijaga melalui kinerja dan komunikasi yang konsisten,” tutupnya.

Dengan raihan tiga penghargaan nasional di awal tahun 2026 ini, KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan posisinya sebagai divisi yang tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja, keselamatan, dan pelayanan publik yang berkelanjutan.

TIM

Rel Tak Bertuan, Jalan Tak Resmi: KAI Divre II Sumbar Berjuang Tutup Perlintasan Liar

SUMBAR | Upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api kembali menjadi fokus PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat. Kali ini, perhatian tertuju pada sebuah perlintasan sebidang liar di KM 4+400/500 petak Bukit Putus–Indarung yang selama ini digunakan warga sebagai akses penyeberangan, meski tidak memiliki standar keselamatan yang memadai.

Perlintasan dengan lebar sekitar dua meter tersebut telah lama menjadi jalur alternatif bagi pejalan kaki. Namun di balik kemudahan itu, tersimpan risiko besar. Aktivitas warga yang melintasi rel tanpa perlindungan keselamatan dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, baik bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa langkah penutupan perlintasan liar merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam melindungi keselamatan publik. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menyangkut penumpang KA, tetapi juga masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel.

Penanganan perlintasan liar ini, kata Reza, mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api. Regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap perlintasan harus dikelola sesuai kelas jalan dan kewenangan pemerintah terkait, serta wajib dievaluasi untuk menentukan apakah perlu dilengkapi fasilitas keselamatan atau justru ditutup.

Sebagai bagian dari proses tersebut, KAI Divre II Sumbar menggelar kegiatan penanganan di lapangan yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Padang, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, unsur kelurahan Kampung Juar, pengurus RW dan RT setempat, serta tokoh masyarakat.

Namun, rencana penutupan langsung di lapangan tidak berjalan mulus. Sejumlah warga menyampaikan permohonan agar penutupan tidak dilakukan secara segera. Atas dasar itu, seluruh pihak sepakat menempuh jalur mediasi untuk mencari solusi yang mengedepankan keselamatan tanpa mengabaikan kebutuhan akses masyarakat.

Hasil mediasi menunjukkan titik temu. Pada prinsipnya, seluruh peserta rapat menyetujui bahwa perlintasan sebidang liar di KM 4+400/500 petak Bukit Putus–Indarung harus ditutup demi keselamatan dan keamanan bersama. Penutupan dinilai sebagai langkah tak terelakkan untuk mencegah potensi kecelakaan di masa mendatang.

Kesepakatan juga mengatur tahapan lanjutan. Apabila hingga 11 Februari 2026 tidak ada surat permohonan resmi dari Pemerintah Daerah terkait pengelolaan perlintasan tersebut, maka akan dilakukan penyempitan akses sebagai langkah awal. Selanjutnya, jika dalam waktu satu bulan belum tersedia jalan alternatif yang disiapkan warga maupun pengembang perumahan setempat, maka penutupan permanen akan dilakukan.

Selama masa penundaan, warga setempat melalui swadaya masyarakat menyatakan kesediaan melakukan penjagaan perlintasan selama 24 jam penuh. Mereka juga menyatakan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan di lokasi tersebut, sebagai bentuk komitmen sementara sebelum solusi permanen direalisasikan.

Reza menegaskan, KAI Divre II Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat untuk memastikan setiap langkah berjalan sesuai ketentuan dan mengedepankan keselamatan. Penanganan perlintasan liar, menurutnya, tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak.

Di akhir keterangannya, KAI Divre II Sumbar kembali mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan. Penggunaan atau pembukaan perlintasan liar, tegas Reza, hanya akan menambah daftar titik rawan kecelakaan dan membahayakan keselamatan bersama.

TIM RMO

Senin, 02 Februari 2026

Ops Keselamatan Singgalang 2026 Dimulai, Dirlantas Polda Sumbar Gerakkan Jajaran hingga Polres

SUMBAR | Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026 ini, berada di bawah kendali langsung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar dengan fokus utama menciptakan kondisi kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Ops Keselamatan Singgalang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius di Sumatera Barat.
Menurut Dirlantas, operasi ini menitikberatkan pada upaya preemtif dan preventif yang humanis, disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat agar patuh terhadap aturan berlalu lintas.

Kombes Pol Reza menjelaskan, selama operasi berlangsung, personel Ditlantas bersama jajaran Satlantas Polres akan aktif melakukan edukasi langsung kepada pengguna jalan, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga angkutan umum dan kendaraan barang. Sosialisasi dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan, kawasan padat lalu lintas, serta pusat aktivitas masyarakat.

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa satu pelanggaran kecil bisa berujung pada hilangnya nyawa,” tegas Dirlantas Polda Sumbar.

Selain edukasi, Dirlantas juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan lalu lintas. Selama Ops Keselamatan Singgalang 2026, jajarannya diminta untuk melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan rawan kemacetan, termasuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Operasi ini juga menyasar pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Kombes Pol Reza menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara profesional dan proporsional, tanpa mengabaikan sisi edukatif.

Di bawah arahan Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, Ops Keselamatan Singgalang 2026 menjadi bagian dari upaya besar Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Kapolda menaruh perhatian khusus pada peran Ditlantas sebagai garda terdepan keselamatan jalan raya.

Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan operasi ini, termasuk komunitas otomotif, pelajar, mahasiswa, serta pengelola transportasi umum. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan beradab.

Kombes Pol Reza menambahkan, hasil dari Ops Keselamatan Singgalang 2026 akan menjadi indikator awal kesiapan lalu lintas Sumatera Barat menghadapi Ops Ketupat 2026. Oleh karena itu, setiap personel diminta bekerja maksimal, disiplin, dan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Target kami jelas, menurunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Jika ini tercapai, maka Sumatera Barat akan lebih siap menyambut arus mudik dan balik dengan kondisi lalu lintas yang aman dan terkendali,” pungkas Dirlantas Polda Sumbar.

Ops Keselamatan Singgalang 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di jalan raya.

TIM RMO


Dirlantas Polda Sumbar: Ops Singgalang 2026 Bukan Sekadar Razia, Tapi Edukasi Keselamatan

Jelang Ops Ketupat 2026, Dirlantas Polda Sumbar Maksimalkan Ops Keselamatan Singgalang

Kombes Pol Reza: Kesadaran Berlalu Lintas Kunci Tekan Angka Kecelakaan di Sumbar

Dirlantas Polda Sumbar Fokus Cegah Pelanggaran Fatal dalam Ops Keselamatan Singgalang 2026

Ops Keselamatan Singgalang 2026 di Bawah Kendali Dirlantas Polda Sumbar, Humanis dan Terukur

Dirlantas Polda Sumbar Turun Langsung Kawal Ops Keselamatan Singgalang 2026

Keselamatan Jalan Raya Jadi Prioritas, Dirlantas Polda Sumbar Gelar Ops Singgalang 2026

Dirlantas Polda Sumbar Pimpin Langsung Ops Keselamatan Singgalang 2026, Tekankan Disiplin Berlalu Lintas Jelang Ketupat

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi